Menu

Wartawan Al Jazeera Ditembak Mati Tentara Israel, PWI Sesalkan Amrik dan Eropa Diam

ian/RN/JD

Minggu, 15 Mei 2022 - 13:20 WIB
Wartawan Al Jazeera Ditembak Mati Tentara Israel, PWI Sesalkan Amrik dan Eropa Diam

ilustrasi

JD - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengecam pembunuhan wartawan veteran Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.

Wartawan berkebangsaan Amerika Serikat itu tewas ditembak saat bertugas meliputi serangan tentara Israel di Kamp Pengungsi Jenin, Tepi Barat, wilayah Palestina. 

Dalam pernyataan pers yang beredar sejak Sabtu kemarin, Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembiring Depari menegaskan, penembakan seorang wartawan, apalagi yang tengah bertugas di lapangan, tidak hanya melanggar hukum humaniter internasional, tetapi jelas-jelas itu tindakan keji. 

“Apalagi sangat jelas bahwa Shireen sudah memakai rompi bertuliskan besar-besar Press," kata Atal. 

PWI Pusat mengutuk tragedi pembunuhan Shireen yang ditengarai oleh personel militer Israel itu. Atal menduga pembunuhan tersebut seiring dengan kerapnya Shireen melaporkan sepak terjang tentara Israel di wilayah pendudukan Palestina. 

“Rekam jejak Shireen selama ini menegaskan bahwa dirinya adalah seorang wartawan yang tak bisa membiarkan kekejaman dan ketidakadilan terjadi di wilayah pendudukan Palestina, yang seolah telah normal dilakukan aparat Israel,” kata Atal. 

Ia mencatat sudah banyak fakta kejahatan tentara zionis Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat, di antaranya mengebom kantor Al Jazeera di Jalur Gaza. Padahal, kantor itu juga menampung wartawan media AS, Associated Press (AP).

“Diamnya sejumlah negara yang mengaku jawara HAM dunia, begitu pula negara-negara Eropa patut disayangkan dan kita nyatakan sebagai perilaku memalukan di era keterbukaan ini,” kata Atal. 

Sebagaimana digaungkan oleh berbagai lembaga internasional, seperti UNESCO, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, dan yang paling mutakhir, Dewan Keamanan PBB, PWI Pusat juga menyerukan agar otoritas internasional yang berkompeten, misalnya Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) menginvestigasi kejahatan yang melanggar kemanusiaan tersebut. 

"Adili orang-orang yang bertanggung jawab dalam sidang yang berkeadilan," tegas Atal.  

"Sulit rasanya kita menyerahkan keadilan kepada pihak yang telah setengah abad lebih terbukti tak mampu bersikap adil, seperti zionis Israel,” tambah Atal. 

Pada Rabu (11/5/2022), jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, meninggal dalam tugas. Ia ditembak tepat di kepala atau bagian mata oleh penembak jitu tentara Israel. 

Shireen menjadi orang Amerika kedua tahun ini yang dibunuh oleh Israel, negara yang notabene menjadi penerima utama bantuan militer AS dan sekutu terdekat Washington di Timur Tengah. 

Tampaknya karena itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price yang awalnya mengutuk pembunuhan itu dan menyerukan penyelidikan, belakangan segera mengonfirmasi bahwa AS memercayai Israel untuk melakukan penyelidikan sendiri.