Menu

Bukan Nakutin, Tapi Waspadalah Karena Ada Potensi Gempa Di DKI

Ian/RN/JD

Senin, 17 Januari 2022 - 11:28 WIB
Bukan Nakutin, Tapi Waspadalah Karena Ada Potensi Gempa Di DKI

ilustrasi

JD - Gempa yang mengoyang Jakarta pada Jumat (14/1) sore membuat panik. Warga keluar rumah dan karyawan berhamburan keluar gedung. 

Kabarnya, ada beberapa gedung perkantoran di ibukota mengalami rusak ringan akibat gempa. Diketahui, berdasarkan informasi resmi dari BMKG, gempa dengan Magnitudo 6,7 terjadi pukul 16.05 WIB yang berpusat di 52 kilometer Sumur, Banten. 

Titik gempa berada di 7.01 lintang selatan dan 105.26 bujur timur berkedalaman 10 kilometer. Gempa susulan terjadi dengan kekuatan 5,7 pada pukul 16.49 WIB yang berpusat di 54 km Barat Daya Sumur, Banten. Meski terjadi gempa susulan, BMKG menyebutkan dua kejadian gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Sementara wilayah Selatan Jawa diprediksi berpoteni mengalami gempa besar dengan skala di atas M 8 dan daerah DKI Jakarta termasuk salah satu yang berpotensi terkena dampak. 

Analisa ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peneliti BMKG, Daryono mengungkapkan bahwa pihaknya memprediksi kekuatan gempa besar itu berada di sekitaran M 8,7. Gempa itu bahkan akan menghasilkan tsunami yang cukup tinggi dan mengancam wilayah yang cukup rendah dari laut.

"Kalau gempa yang terjadi sampai 8,7 sudah kita modelkan apakah pusatnya di Jawa Timur, selatan Jawa di Jakarta, selatan Jawa Barat, selatan Banten, atau Selat Sunda. Hampir seluruh selatan Jawa terlanda," jelas Daryono dalam program PROFIT CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Dengan kekuatan sebesar ini, Daryono menjelaskan bahwa beberapa wilayah seperti Jakarta, Lampung, dan juga wilayah lain di bibir Laut Jawa juga akan ikut merasakannya. 

Sebelumnya Institut Teknologi Bandung (ITB) sendiri memprediksi adanya potensi tsunami dengan tinggi 20 meter di pesisir Pulau Jawa dan sekitarnya. Ini karena adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga pesisir Pulau Jawa, ungkap Kepala Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas berdasarkan data Global Navigation Satellite System (GNSS).

Dari hasil pemodelan, tsunami 20 meter ini berasal dari gempa yang terjadi dengan kekuatan magnitudo 8,7 hingga 9,0. Di wilayah Jakarta sendiri memiliki potensi tsunami lebih bear. Sebab pesisir Jakarta sudah berada di bawah laut hingga minus 1-2 meter.

"Berdasarkan hasil simulasi model, run-up tsunami dapat mencapai sebagian besar Pluit, Ancol, Gunung Sahari, Kota Tua hingga Gajah Mada. Kalau kita perhatikan modelnya ternyata nyaris menyentuh Istana," ujar Heri dalam keterangan tertulis.

Sisir Gedung 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyisir gedung yang berpotensi retak atau rusak setelah diguncang gempa. Diketahui, gempa yang berpusat di Banten ikut mengguncang Ibu Kota Jakarta pada Jumat (14/1/2022), sore.

Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto menjelaskan, pihaknya sudah mengerahkan petugas di lima wilayah kota untuk mengantisipasi kejadian usai gempa. "Sudah jalan. Petugas kita di lima wilayah kota sudah melakukan kaji cepat, kemudian kita juga siagakan contact center 112 untuk menerima dan memberikan informasi kepada masyarakat," kata Sabdo.

Sabdo menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri, serta SKPD terkait penyisiran tersebut. BPBD DKI berupaya aktif memberikan edukasi dan sosialisasi penanganan pasca kejadian gempa kepada masyarakat baik melalui media massa dan media sosial.

Ketika terjadi gempa di dalam ruangan, masyarakat diminta segera keluar dari ruangan, berlindung di bawah meja yang kuat, serta menjauh dari benda yang mudah jatuh dan pecah. Masyarakat juga diminta tidak menggunakan lift, melainkan jalur evakuasi seperti tangga darurat.

"Bila di luar ruangan, hindari bangunan yang retak atau rusak, serta pastikan bangunan tempat tinggal aman dari gempa," kata Sabdo.