Menu

Omicron Meledak, Bos PCR Banjir Duit

Ian/RN/JD

Sabtu, 05 Februari 2022 - 11:14 WIB
Omicron Meledak, Bos PCR Banjir Duit

ilustrasi

JD - Omicron terus merangkak naik. Di Jabodetabek, jumlah pasien varian baru Corona itu hampir setiap harinya ada sekitar 2.000 kasus tambahan. 

Walau, Omicron memiliki gejala ringan tapi banyak warga parno. Alhasil, warga berbondong-bondong melakukan tes swab PCR dan antigen ke lab. 

Dari pantauan wartawan, beberapa lab, klinik dan rumah sakit penyedia swab mulai dipenuhi warga. "Saya mau cek PCR, karena ada gejala batuk dan nyeri tenggorokan," tegas Syarief warga Cengkareng, Jakbar, Jumat (4/2). 

Niza juga melakukan hal sama. Warga Depok, Jakbar ini keliling kawasan Sawangan, Depok, Jakbar untuk melakukan tes antigen. "Saya keliling untuk cari harga murah," tegas emak-emak dua anak ini. 

Dokter Spesialis Penyakit paru dari RSUP Persahabatan Erlina Burhan menyebutkan gejala yang paling banyak dialami oleh pasien Omicron adalah nyeri dan gatal pada tenggorokan. 63 persen pasien Omicron memiliki gejala batuk kering dan 54 persen nyeri tenggorokan. 

"Jadi sekitar 70 kali lebih banyak terjadi replikasi di saluran napas makanya gejala yang khas itu nyeri tenggorokan, gatal di tenggorokan, batuk dan hidung tersumbat, jarang sekali yang sesak napas," ujar Erlina dalam webinar dikutip pada Jumat (4/2/2022).

Selain batuk kering, nyeri tenggorokan, dan mudah lesu, gejala umum yang dapat dijumpai pada varian Omicron adalah pilek atau hidung tersumbat (27 persen), sakit kepala (36 persen), demam (18 persen), dan nyeri perut (5 persen). Sedangkan pasien yang tidak bergejala sekitar 35 persen. Gejala umum ini dikatakan cukup ringan sehingga banyak yang mengabaikan dan cenderung menganggapnya sebagai flu biasa.

Erlina mengimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika sudah menemukan beberapa gejala di atas agar teridentifikasi positif Covid-19 atau tidak. 

Lab penyedia tes corona ternyata banyak tidak berizin. Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia (ILKI) DKI Jakarta Ampi Retnowardani buka suara soal viral seorang wanita menerima hasil positif COVID-19 padahal belum melakukan tes swab PCR maupun antigen.

ILKI sebenarnya rutin memberikan pembinaan pada seluruh laboratorium untuk melakukan pemeriksaan sesuai dengan kriteria Good Laboratory Practice (GLP).

"Dengan menerapkan GLP secara konsisten, kesalahan dapat dihindari atau diminimalkan," terangnya, Jumat (4/2/2022).

Ampi mengakui banyak laboratorium baru yang belakangan muncul, belum terdaftar sebagai anggota ILKI.

"Kami mengimbau lab tersebut bergabung supaya bersama-sama bisa saling belajar untuk memberikan layanan pemeriksaan laboratorium profesional dan bermutu," sambung Ampi.